Friday, August 29, 2008

Ahlan Wa Sahlan Ya Ramadhan





Ramadhan sudah di depan mata
Mari kita sambut dengan suka cita
Semoga kita diberi kesempatan untuk melewati pintu gerbangnya,
Menikmati keindahan-keindahan di dalamnya
Dan meraih kemenangan pada akhirnya...Menggapai ridho Illahi
Amiiiin


Kami sekeluarga dengan rendah hati
Mengucapkan maaf lahir batin kepada semuanya
Semoga kita diberi kesucian hati untuk menyambut ramadhan tercinta
Selamat menunaikan ibadah puasa

Wednesday, August 27, 2008

Pe-er Serba 4


Mumpung belom puasa ah, bikin pe-er dulu dari Ibu ini (emang ada hubungannya ya?!).
Pe-er serba 4 katanya, nih dia...

4 kerjaan?
Dari awal kerja sampai sekarang, saya masih 'setia' sama satu departemen, paling kalaupun pindah, cuma pindah lokasi doang....

4 tempat tinggal?
Dari lahir sampai SMA di Boyolali sana. Kuliah ngekost di Jakarta. Tugas kerja pertama di Banjarbaru, Kalsel. Trus Nov 2003 pindah lagi ke Jakarta ini.

4 film yang udah 100x ditonton?
Gak ada. Beneran gak ada. Swear gak ada. Dibilangin gak ada juga!

4 tv show favorit?
Yang akhir-akhir ini ditonton: American Idol, Smallville, Oprah Show, Gossip Girl.

4 makanan fave?
Gak ada yang fave banget, tapi suka sama nasi goreng, ikan bakar, salad, karedok.

4 situs favorit?
sepatu merah, negeri senja, eramuslim, site tentang scrapbook dan photoshop.

4 target berikutnya?
Pe-ernya ku kasih ke para pendatang baru di blog. Mereka adalah: Bunda Raka, Mama Kayla, Mbak Ani. Satu lagi buat siapa aja deh yang mau bikin pe-er ini, silahkan...

Monday, August 18, 2008

Libur? Sayang Dilewatkan....


Kemarin, 17 Agustus, kita bertiga sudah rapi dari jam 7 pagi. Ada tugas nih: saya ada tugas kebagian upacara dari kantor. Mas Achmad bertugas nganterin saya. Fikri? Tugasnya ngintilin kami..he..he, karena kami bilang mau langsung jalan-jalan, toh upacara kan cuma sebentar ini.


Dari lapangan upacara males klo langsung pulang, jadinya menyeberang ke Lapangan Banteng, liat Flona lagi. Pas saya mau ganti kostum di toilet (malu kan pake baju seragam tapi ‘berkeliaran’ di lap. Banteng…), eh banyak penjaga stand yang mau antri mandi. Rupanya masih kepagian ya? Ya iyalah, wong belum jam 9 pagi. Stand-standnya sebagian juga masih tutup.




Tapi ternyata menyenangkan ke sini pagi-pagi, udaranya masih seger, masih ada sisa-sisa embun di daun-daun, sesaat berasa gak di Jakarta.


Siangnya setelah liat-liat lomba di kompleks sebentar, kita jalan ke bursa buku murah di gedung gramedia. Sekalian Fikri mau ikutan lomba puzzle. Sampai sana kok lobi keliatan sepi, jangan-jangan salah jam atau salah tempat, trus nanya ke satpam, rupanya acara ada di lantai 8..he..he pantes di bawah sepi.


Fikri sama Bapaknya ikutan lomba puzzle, saya ditawarin juga, tapi lagi males mikir…Fikri bisa menyelesaikan potongan-potongan puzzlenya urutan ke-2. Not bad, mengingat lawannya lebih besar dan lebih tua. Sementara si Bapak? Gak sampai setengah yang berhasil dipasang! Tapi lumayanlah, menang gak menang, semua peserta dapat bingkisan buku.




Pas mau pulang, lewat bagian gedung yang sangaaaaat mencolok perhatian karena bagusnya. Langsung nih gak menyia-yiakan kesempatan…foto-foto! Sambil celingak-celinguk malu klo ada orang..hi..hi…ntar dibilang norak lagi (padahal mah emang iya, norak abis!). Korbannya tentu saja Fikri sama Bapak, jadi foto model dadakan..he..he.




Jadi tempat itu adalah semacam lorong penghubung antara gedung depan sama gedung belakang. Yang bikin mencolok tuh warnanya. Sementara bagian lain gedung di cat dengan gradasi warna putih, abu-abu ke hitam, bagian ini dicat warna orange. Desainnya juga baguuus, point of view yang oke deh.



Hari ini acaranya kondangan. Si Fikri dah ngomel2 aja tuh, kondangan mulu katanya. Tapi kita rayu-rayu, nanti abis kondangan kita renang, kan tempat kondangannya ngelewatin kolam renang. Pas lagi kondangan kok tiba-tiba datang mendung tebal, hampir gak jadi renang. Fikri udah manyun-manyun aja deh. Tetap harus renang katanya. Yo wis karena udah janji, jadi renang juga, meskipun cuma sebentar, alhamdulillah gak jadi hujan juga. Yang penting Fikri happy deh…



Saturday, August 16, 2008

Akhirnya Lunas Juga


Siapa yang punya utang? Fikri…
Utang apa? Puasa…
Berapa hari? 3 hari…
Ooooh…


Yup, ramadhan tahun lalu Fikri punya hutang puasa 3 hari.
Hari pertama buka puasa ba'da Dzuhur, kemudian puasa lagi. Hari ke-2 buka puasa jam 1 siang, minum air putih saja, trus puasa lagi. Hari ke-3 buka puasa jam 3 sore, trus puasa lagi. Sedangkan hari ke-4 dst, Fikri berhasil puasa penuh sampai maghrib.


Tahap-tahap Fikri belajar puasa, klik di sini ya...


Hari Senin minggu yang lalu, Senin dan Jumat minggu ini, Fikri lunas bayar utang puasanya. Sebenarnya, sudah lama Fikri ingin bayar hutang puasa, hanya saja kami tidak menyangka Fikri benar-benar serius. Saya tidak pernah memaksa Fikri. Karena bagi kami, ketika Fikri berhasil menjalankan puasa Ramadhan tahun kemarin dengan hanya batal 3 hari, itu sudah merupakan prestasi besar bagi Fikri.


Makanya waktu dia bilang, ingin bayar puasa bersama saya, I didn’t take it for serious. Padahal gak boleh gitu ya, apalagi jika keinginan itu datang dari kesadaran si anak sendiri tanpa paksaan kita, seharusnya kita harus memberikan dorongan.


Berbekal dari pemikiran itu, maka ketika ramadhan tahun ini sudah hampir datang, saya tanya lagi ke Fikri, apakah betul mau bayar puasa. Dia bilang mau. Selanjutnya saya serahkan ke Fikri sendiri hari apa dia mau bayar puasa.


Hari Senin, minggu kemarin Fikri puasa. Sepulang sekolah sekitar jam 3 sore, saya telpon untuk tahu kondisinya. Dia bilang cape’ dan lemes. Saya hanya bisa menyemangati dia untuk bersabar. Saya suruh cuci muka dan tidur siang. Alhamdulillah puasa berhasil sampai maghrib.


Tapi hari itu dia bilang, dia gak mau lanjut puasa hari selasa. Dia mau Rabu saja. Tapi Rabu ada renang di sekolah, hari Kamis ada pramuka jam 12 siang.
Trus dia bilang Senin lagi saja. Yo wis…whenever you want son.


Hari Senin kemarin Fikri bayar puasa satu hari lagi. Kali ini kami pikir akan lebih lancar. Waktu pulang sekolah saya telpon lagi, kurang lebih begini:

Saya: “Gimana puasanya, lancar kan, masih puasa kan sekarang?”

Fikri: “ Masih, Bu, tapi tadi di sekolah perut Fikri sakit”

Saya: “Sakitnya gimana? Mules?”

Fikri: “Bukan mules, Bu, perut Fikri sakit, rasanya kayak belum makan gitu. Fikri bilang ke Ustadzah, trus kata ustadzah disuruh bilang astaghfirullohal ‘Adzim.

Saya: (antara kepengin tertawa dan terharu) “Ya iyalah Fik, namanya juga puasa, pasti perut perih.

Alhamdulillah, puasa hari itu juga sukses sampai maghrib.


Sedangkan bayar puasa yang ke-3, ada sedikit masalah. Saya yang salah. Seingat saya hutang puasa Fikri hanya 2 hari, Fikri sudah senang ketika berhasil membayarnya. Tapi setelah saya baca di sini, ternyata hutang puasa fikri 3 hari, makanya dia agak kecewa gitu. Tapi dengan sedikit penjelasan, Fikri memutuskan untuk bayar puasa ke-3 hari Jumat kemarin.


Jumat siang saya telepon Fikri untuk menanyakan puasa hari itu. Dan ternyata di puasa yang ke-3 ini ada insiden kecil. Fikri lupa ngemut permen! Tapi cuma sebentar, karena begitu permen itu masuk ke mulutnya, Fikri langsung ingat bahwa ia sedang berpuasa. Saya tahu Fikri berusaha menahan tangis ketika bercerita. Cepat-cepat saya beri penjelasan, bahwa tidak apa-apa kalau lupa. Ucapkan istighfar, dan lanjutkan kembali puasanya. Alhamdulillah Fikri menangkap penjelasan saya, dan melanjutkan puasa sampai maghrib.


Waktu saya tanya, kalau sudah selesai bayar hutang puasa 3 hari, Fikri mau apa, dia cuma minta dibelikan jus.....so simple! Mudah-mudahan puasa bulan ramadhan besok diberi kelancaran ya, Fik, biar bisa puasa sebulan penuh, tidak ada yang bolong. Amin, insyaAlloh.


Terima kasih ya Alloh, telah Engkau percayakan kepada kami amanahMu yang luar biasa ini. We love you son.


Monday, August 11, 2008

Just Another Weekend


Berawal dari hari jumat siang, badan mulai berasa gak enak, meriang. Sempat disarankan untuk pulang cepet sama si Ibu ini. Tapi karena saya adalah pegawai yang bertanggung jawab (gak segitunya kaleee), saya tetap pulang sesuai jam kantor. Sampai rumah langsung ambruk dengan suksesnya, badan makin menggigil, makin panas, dan makin ngilu-ngilu semua. Sakit berlanjut sampai hari sabtu, yang berakibat saya harus istirahat gak boleh ke mana-mana.


Tapi alhamdulillah berkat perawatan tangan dingin suami saya dengan kasih sayangnya (ehem..ehem), hari minggu pagi badan sudah lumayan segar. Oya, karena sakit saya jadi punya kesempatan buat menyelesaikan baca buku ini, setelah sekian lama terabaikan di antara tumpukan buku saya.


Berhubung udah lumayan sehat, walaupun masih berasa agak2 dingin gitu, dan sudah bosen bedrest terus, akhirnya pengin liat yang seger-seger aaah…ke pameran Flona aja.


Flona 2008 adalah acara tahunan yang diselenggarakan Pemprop DKI. Berlangsung sampai tanggal 25 Agustus, di Lapangan Banteng. Gratis gak dipungut biaya, kecuali mau beli tanaman ya. Selain aneka tanaman bunga, buah dan obat-obatan, ada juga hewan-hewan yang didatangkan khusus dari Taman Margasatwa Ragunan.

bunga-bunga di mana-mana (foto yang kiri atas, hasil jepretan fikri...)

Ini adalah kali ke sekian kami ke sini sejak tahun 2006. Seneng aja liat bunga-bunga warna-warni, liat koleksi tanaman yang mahal-mahal, sampai sekedar duduk-duduk di taman sambil makan kerak telor, disambung minum air kelapa muda, aaah segarnya.

ki: minum kelapa muda --- ka: nunggu pesanan kerak telor


Selain liat bunga, liat hewan juga. Saya gak masuk ke arena hewan, hanya Fikri sama Bapaknya, karena migren keburu menyerang kepala saya akibat panas terik yang tiba-tiba muncul setelah awan-awan tebal tertiup angin sore.

ki: nangkring di pohon --- ka:liat harimau (kok liat atas?)


Di sana sekitar 2 jam-an, cuma beli satu tanaman sama pot 2 buah, itupun karena protes dari fikri: masa ke sini cuma liat-liat doang gak beli tanaman. Ya sudah beli aja yang murah dan yang gak perlu perawatan ekstra (jadi klo sampai tanaman itu mati kan gak sakit ati..hi..hi).

ki: di depan motor bunga --- ka: hasil jepretan fikri nih


Oke bagi pecinta tanaman hias, dipersilahkan untuk datang ke pameran ini. Sekali lagi gratis lhooo…


Tuesday, August 05, 2008

Kucing Misterius?? Ah, Hanya Kebetulan Belaka...



Saya mempunyai seorang teman, sebut saja dia ‘Sahabat’. Kami adalah teman sekantor ketika dulu menjalani pekerjaan di Kalsel sana. Menjelang tahun ke-5, saya, Sahabat dan teman-teman satu angkatan di kantor mulai kasak-kusuk tentang proses mutasi, karena biasanya setiap 4 tahun sekali akan ada proses itu. Dan ternyata Sahabat lebih dulu pindah dari Kalsel ke Jateng.


Menjelang kepindahannya, si Sahabat ini menemukan kucing yang beranak di depan tempat kostnya. Satu induk kucing dengan beberapa anak kucing yang kecil-kecil. Entah kucing itu datang dari mana. Si Sahabat memutuskan untuk memelihara kucing dan anak-anaknya itu, membuatkan ‘rumah’ yang nyaman untuk mereka.


Entah ada hubungannya atau tidak, setelah apa yang dilakukan Sahabat untuk kucing-kucing itu, do’anya untuk pindah ke pulau jawa terkabulkan.


Kemudian, kurang lebih 6 bulan setelah kepindahan si Sahabat, di suatu sore menjelang maghrib, saya mendengar seekor kucing yang terdengar ‘menangis’ di telinga saya. Rupanya ada seekor anak kucing yang induknya tertabrak pengendara motor di depan rumah saya. Awalnya saya tidak peduli dengan anak kucing ini, tapi ketika hari mulai malam, si anak kucing itu terus saja ‘menangis’. Kami (saya dan suami) jadi terusik juga. Akhirnya kami memutuskan untuk mengambil anak kucing itu dan menaruhnya dalam kardus dengan beberapa lembar baju bekas untuk alasnya.


Peristiwa ini mengingatkan kami dengan kucing yang dipelihara Sahabat. Tiba-tiba terlintas pertanyaan di kepala saya: Apakah ini suatu pertanda bahwa do’a kami untuk pindah ke Jawa akan dikabulkan apabila kami memelihara kucing ini? Hhmm, terlalu mengada-ada ya? Apa hubungannya ‘menampung’ kucing dengan do’a yang terkabul?


Pertanyaan saya kemudian tehubung dengan kisah seorang wanita yang diberikan kesempatan oleh Alloh untuk menjadi penghuni surga, karena telah merawat seekor kucing yang terluka. Saya pikir jika Alloh memberikan surgaNya ‘hanya’ karena wanita itu mau merawat kucing, pasti bukan hal mustahil jika Alloh mengabulkan do’a Sahabat saya itu untuk pindah ke pulau jawa, atas apa yang dilakukannya dengan kucing dan anak-anaknya itu. Dan bukan hal yang mustahil juga itu akan terjadi pada kami.


Apakah yang saya pikirkan akan terbukti atau tidak, yang jelas niat kami saat itu adalah rasa kasihan karena anak kucing itu kehilangan induknya. Saya pikir semua orang akan melakukan persis dengan yang kami lakukan dalam situasi ini, menampung kucing yang kehilangan induknya.


2 hari setelah kami ‘menampung’ anak kucing itu, pagi hari kami menemukan kardus itu telah kosong. Kami tidak tahu ke mana perginya si anak kucing itu. Susu yang kami sediakanpun hanya sedikit berkurang, entah itu diminum atau hanya karena tumpah. Kucing misterius!


Then It happened!! Apa yang saya pikirkan terjadi, entah itu ada hubungannya atau tidak. Tidak lama setelah ‘menghilangnya’ kucing itu, berita gembira itupun datang. Surat Keputusan yang memberitahukan kepindahan saya dan suami ke Jawa, sampai ke tangan kami, akhir tahun 2003.


Kucing misterius?? Ah, hanya kebetulan belaka….Wallahu’alam.