Tuesday, December 23, 2008

Bahasa Hati Fikri


Fikri, seorang anak laki-laki berumur 7 tahun 7 bulan. Kadang keras kepala, kadang penurut, kadang susah diatur, kadang bertanggung jawab, kadang bandel, kadang menjadi anak yang manis, kadang bersikap dewasa, kadang ngambek, kadang galak dan marah, kadang berhati lembut juga...

Fikri itu, kadang sedikit susah mengekspresikan perasaannya secara langsung, tapi cukup bisa menuangkan perasaannya melalui tulisan, masih ingat yang ini kan?

Ini adalah tulisan yang dibuat Fikri, sepulang saya kerja, pada hari Ibu kemarin. Sebelumnya dia bilang, "Bu, hari ini kan hari Ibu ya? Fikri belum bikin puisi nih buat Ibu". Akhirnya sementara saya mandi, Fikri membuat tulisan kecil itu. Dan inilah hasil tulisannya yang dibuat dalam waktu singkat itu:

IBUKU
Ibu aku tahu sekarang adalah hari ibu. Ibu ini ku persembahkan cerita untukmu. Ibu terima kasih kau telah melahirkanku. Dari dulu kau mengandungku di dalam perut. Ibu dari pagi sampai sore kau terus bekerja tanpa lelah. Ibu aku sangat rindu padamu.

Sebelumnya, Fikri juga membuat tulisan yang dia simpan di komputer:

hai ibuku kau sudah melahirkanku. Aku tahu kalau hari ibu tanggal 22 desember. Ibuku kau begitu cantik. Kau sangat jago bahasa inggris. Namamu juga begitu indah. Aku senang kau menjadi ibuku.
untuk ibu nunik

hai ibuku kau sudah melahirkan ku. Kau juga begitu cantik. Kau sudah membimbingku. Aku senang dalam pelukanmu. Karena badanku dingin, setelah aku di pelukanmu badanku langsung hangat. Aku juga ingin disayang olehmu. Aku ingin engkau menggandengku. Namamu begitu indah. Aku ingin ucapkan I love you Mom.
untuk ibu nunik

Khas bahasa anak-anak, yang membuat saya tertawa, tersenyum, juga terharu. Bahasa hati Fikri yang dia ungkapkan lewat tulisan. Sederhana, murni tapi memberi arti yang sangat dalam bagi saya.


Love this moment, just you and me....love you son
(credits: here)

Monday, December 22, 2008

Between The Blazing Teens Yo-yo and Twilight The Movie



foto yo-yo dari sini ----- foto twilight dari sini

Sepanjang saya kenal dan sampai sekarang menikah dengan Mas Achmad, belum sekalipun saya nonton film ke bioskop berdua saja. Biasanya kami bertiga dengan Fikri. Itu pun bisa dihitung dengan jari, baru 3 kali: pertama nonton Spiderman 3, kedua nonton Transformer dan ketiga nonton Laskar Pelangi. Maka, ketika Twilight diputar di bioskop, saya pikir boleh juga nih kalo nonton berdua aja sama suami...

Dan dicarilah jalan supaya kami bisa meninggalkan Fikri untuk nonton berdua saja. Karena selain untuk urusan pekerjaan, kami hampir tidak pernah tidak mengikutsertakan Fikri dalam acara jalan-jalan kami. Our Life is the three of us. The three of us is our life..ha..ha.

Awalnya, bingung juga mencari alasan. Karena Fikri pasti akan mengajukan banyak pertanyaan kalau kami bilang kami mau nonton film. Film apa? Kenapa Fikri gak diajak? bla..bla..bla.. Dan ketika saya melihat Fikri asyik main yo-yo, saya langsung dapat ide, tuing!!! Sebuah bola lampu menyala di kepala saya.

"Fik, boleh gak Ibu dan Bapak nonton film berdua saja. Film Twilight. Ini film buat orang dewasa , jadi Fikri gak boleh ikut", kata saya. Saya yakin Fikri sudah cukup tahu judul film ini, setelah melihat saya asyik berkutat dengan novel triloginya: Twilight, New Moon, Eclipse...

Sebelum Fikri menunjukkan protes melalui rengekannya, saya cepat-cepat mengeluarkan kartu As saya, "nanti Ibu belikan Yoyo yang bagus deh, juga boleh main komputer". Dan senyumpun langsung berbinar di wajahnya. Tuh kan, jurus saya berhasil. Yoyo gitu loh, mainan yang sedang digila-gilai Fikri. Jadi sepakat: nonton Twilight ditukar dengan Yoyo. Ibu senang-anak happy.

Tapi rupanya kesenangan saya hanya sementara saja. Ketika saya dan suami sudah siap berangkat, Fikri menunjukkan tanda-tanda bahwa kesepakatan yang kami buat tidak berjalan lancar. Mukanya ditekuk di depan rumah nenek, tidak mau masuk, dan puncaknya adalah menangis. Nah lho...Jelas kami gak bisa pergi dengan situasi seperti itu.

Oke, kami pulang lagi dan ganti baju. Fikri makin tak terkontrol dengan memaksa kami berangkat di sela tangisnya. Saya tahu tangisnya bukan karena mengecewakan kami gak jadi pergi, tapi karena dia kecewa gak jadi dibelikan yo-yo. Saya juga kecewa dengan 2 hal: pertama, Fikri tak bisa menepati janjinya; kedua, gagal nonton Twilight. Kesepakatan telah dilanggar!

Tapi jangan putus asa, pasti akan ada kesempatan lagi. Siang, satu hari sesudahnya, di sebuah pusat perbelanjaan, Fikri menunjuk toko penjual Yo-yo.

Saya: "Yakin mau beli Yo-yo, Fik?"
Fikri: "Iya, emang kenapa"
Bapak: "Kalau beli Yo-yo, berarti Bapak dan Ibu boleh nonton film dong?"
Fikri: "Iya deh"
Saya: "Bener?"
Fikri: "Bener, Bu, gak percaya amat!"
Bapak: "Gak nangis lagi? Janji ya"
Fikri: " Janji"
Saya: "Oke, belikan Yo-yo, Pak"

(Bukannya kami pelit atau perhitungan dengan Fikri. Tapi kami sedang mengajarkan Fikri membuat kesepakatan dan cara menepatinya, mudah-mudahan berhasil ya..).

Dan malam harinya, akhirnya saya dan suami bisa berdua saja, bergandengan tangan (suit..suit..) untuk menyaksikan kisah cinta Edward Cullen dan Bella Swan. Meskipun tetap saja, ada yang terasa aneh pergi berdua saja, tanpa Fikri, selain untuk urusan pekerjaan. Karena biasanya selalu terselip Fikri, di antara kami, melengkapi kami.

Thanks to yo-yo.

Thursday, December 18, 2008

UAS, FIK!


Sudah hampir 2 minggu ini, Fikri menghadapi UAS semester 1. Klo lagi begini saya sedikit senewen. Karena, sebagai Ibu pekerja di luar rumah, saya tidak bisa mendampingi Fikri setiap waktu untuk melakukan penyegaran materi UAS (I'm sorry , Son). Memang sih, saya tidak menerapkan SKS (Sistem Kebut Semalam), artinya belajar bukan hanya pas ada UAS, jadi tinggal mengulang-ulang saja.


Walhasil saya dan Bapak hanya bisa memonitor dari kantor. Dan alhamdulillah Fikri sangat kooperatif untuk diarahkan:
  • Beberapa hari sebelum UAS, Fikri kami minta lebih banyak membaca buku pelajarannya, terutama pelajaran yang dia anggap susah.
  • Pas hari UAS, sepulang sekolah Fikri membaca buku pelajaran (yang sudah kami tandai malam sebelumnya dengan dilipat) yang akan diujikan besok harinya. Setelah tidur siang, dia akan membaca lagi sebentar. Setelah mandi sore, dia boleh main biar gak bosen belajar terus. Malam harinya baru kami review dengan tanya jawab.
  • Belajarnya sih sambil main gitu. Kami tanya jawab, sambil Fikri mondar-mandir main apa saja.

Sampai saat ini, sepertinya itu cara terbaik yang bisa kami lakukan untuk membantu Fikri belajar. Bukan tanpa halangan, karena kadang-kadang ada saja keluhan dari Fikri: yang dibaca terlalu banyak, bosen baca mulu, sampai gak mau tidur siang yang berakibat dia akan mengantuk malam harinya.



MY FIKRI

Tapi di luar itu, saya kadang-kadang takjub dengan Fikri, dengan rasa tanggung jawabnya. Sepulang sekolah dia mau belajar sendiri. Dia lebih sering sendirian saja belajar di rumah, gak mau ke rumah Nenek. Fikri juga sangat jujur. Ketika dia letih membaca, dia akan menelpon saya hanya untuk minta ijin beristirahat. Bahkan kadang-kadang ketika saya suruh istirahat dulu, dia akan menolak karena belum selesai membaca.


Kadang-kadang kalo bahan yang harus dibaca banyak. Dia akan mengeluh: banyak banget sih...capai tahu Bu, baca banyak-banyak. Saya hanya perlu berkata: "Terserah Fikri mau baca atau gak. Kalo Fikri gak mau baca, berarti besok Fikri akan kesulitan menjawab soal-soal UAS. Fikri yang sekolah, bukan Ibu. Kalo Ibu yang sekolah, Ibu yang akan baca buku itu."


Kejam ya saya?? Tapi saya lebih senang menyebut diri saya tegas. Karena dengan satu kalimat itu, Fikri tidak akan berkomentar lagi, dan dia akan membaca bahan yang banyak itu. Yaaa, meskipun wajahnya cemberut, tapi dia tetap akan membaca sampai habis...


Ya, begitulah. Idealnya seorang anak harus selalu didampingi ketika belajar. Tapi sekali lagi, untuk saat ini, itu cara terbaik yang bisa kami lakukan. Sukses selalu ya, Fik...

Tuesday, December 02, 2008

Ke Ultah AZKA sambil KOPDAR...

”Fikri, dtg ya ke ultahnya azka hr sbt, 29 nop jam 11 di hoka hoka bento sentra pancoran jl. MT haryono kav 1 no 1 lt 3, perempatan patung pancoran” Begitu bunyi sms yang saya terima dari Vera, mamanya Azka.

Saya jawab: Ok, insyaAlloh kita datang, sekalian kopdar dong? *yakin banget nanyanya, padahal kan belum tentu yang diundang itu blogger semua..he..he* Vera membalas: iya blogger semua yang diundang kecuali 1 orang * tuh kan bener*

Dan alhamdulillah hari sabtunya kita bisa sampai juga ke hokben pancoran, ke ultah azka sekalian kopdar....senengnya.

Acara ultahnya berjalan lancar dan fun, meskipun awalnya Azka sempet gak mau masuk ke tempat acara karena takut sama patung karakter hokben .*cerita lengkapnya, silahkan baca di blog tuan rumah ya....*

Ternyata, selain mereka banyak juga blogger yang lain, tapi gak sempet ngobrol. Bukannya sombong, tapi asli karena saya gak tahu klo blogger juga, takut salah orang he..he, maaf banget ya....

Berikut gambar2 yang berhasil di tangkap oleh lensa kamera saya....


Suasana ultah



Dunda lagi dirayu sama Mas MC



Fikri lagi siap-siap nyanyi...



Fikri nyumbang lagu ultah buat Azka



mudah2an suara saya tidak sampai merusak gendang telinga teman2 ya..
*bentuk konsekuensi saya sebagai orang tua untuk memberi contoh yang baik ke Fikri, jangan malu untuk tampil di depan orang..he..he*



Meyrinda dan saya *senengnya akhirnya kita bisa ketemuan*



maksud hati pengin foto sama Azka, eeeh Azkanya ngabur...



berhasil juga foto sama Azka



ki-ka: Meyrinda, Bunda Ke2Nai&Nai, Bunda Nay&Nayla, saya, Fikri , Vera,