Fikri, seorang anak laki-laki berumur 7 tahun 7 bulan. Kadang keras kepala, kadang penurut, kadang susah diatur, kadang bertanggung jawab, kadang bandel, kadang menjadi anak yang manis, kadang bersikap dewasa, kadang ngambek, kadang galak dan marah, kadang berhati lembut juga...
Fikri itu, kadang sedikit susah mengekspresikan perasaannya secara langsung, tapi cukup bisa menuangkan perasaannya melalui tulisan, masih ingat yang ini kan?
Fikri itu, kadang sedikit susah mengekspresikan perasaannya secara langsung, tapi cukup bisa menuangkan perasaannya melalui tulisan, masih ingat yang ini kan?
Ini adalah tulisan yang dibuat Fikri, sepulang saya kerja, pada hari Ibu kemarin. Sebelumnya dia bilang, "Bu, hari ini kan hari Ibu ya? Fikri belum bikin puisi nih buat Ibu". Akhirnya sementara saya mandi, Fikri membuat tulisan kecil itu. Dan inilah hasil tulisannya yang dibuat dalam waktu singkat itu:
IBUKU
Ibu aku tahu sekarang adalah hari ibu. Ibu ini ku persembahkan cerita untukmu. Ibu terima kasih kau telah melahirkanku. Dari dulu kau mengandungku di dalam perut. Ibu dari pagi sampai sore kau terus bekerja tanpa lelah. Ibu aku sangat rindu padamu.
Ibu aku tahu sekarang adalah hari ibu. Ibu ini ku persembahkan cerita untukmu. Ibu terima kasih kau telah melahirkanku. Dari dulu kau mengandungku di dalam perut. Ibu dari pagi sampai sore kau terus bekerja tanpa lelah. Ibu aku sangat rindu padamu.
Sebelumnya, Fikri juga membuat tulisan yang dia simpan di komputer:
hai ibuku kau sudah melahirkanku. Aku tahu kalau hari ibu tanggal 22 desember. Ibuku kau begitu cantik. Kau sangat jago bahasa inggris. Namamu juga begitu indah. Aku senang kau menjadi ibuku.
untuk ibu nunik
hai ibuku kau sudah melahirkan ku. Kau juga begitu cantik. Kau sudah membimbingku. Aku senang dalam pelukanmu. Karena badanku dingin, setelah aku di pelukanmu badanku langsung hangat. Aku juga ingin disayang olehmu. Aku ingin engkau menggandengku. Namamu begitu indah. Aku ingin ucapkan I love you Mom.
untuk ibu nunik
Khas bahasa anak-anak, yang membuat saya tertawa, tersenyum, juga terharu. Bahasa hati Fikri yang dia ungkapkan lewat tulisan. Sederhana, murni tapi memberi arti yang sangat dalam bagi saya.
Bahasa Hati Fikri










