Suatu hari, sepulang kerja, sekitar awal tahun ini, Fikri menemui saya dengan wajah happy. Itu terlihat dari matanya yang berbinar-binar. Dengan kecepatan bicara yang sedikit ngebut, Fikri bilang, "Bu, Fikri jadi ketua kelas loh. Tadi kan dipilih lagi sama teman-teman" bla..bla..bla.., saya sedikit tidak menangkap rasa antusias Fikri.
"Oya, hebat dong", kata saya, sambil menambahkan, "Coba ceritanya diulangi lagi, Ibu agak gak ngerti tadi, abis Fikri ngomongnya cepet banget".
Dan Fikri mengulangi lagi ceritanya dengan sedikit lambat. Rupanya semester ini Fikri dipilih oleh teman-temannya menjadi ketua kelas, menggantikan temannya semester lalu. Semester lalu Fikri menjadi sekretaris. Sedangkan waktu kelas 1 dulu Fikri menjadi seksi keamanan (karena badannya gedhe kali ya).
Pemilihannya sendiri melalui pengambilan suara, setelah sebelumnya murid satu kelas dibagi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok diminta mengajukan calonnya. Nah dari calon-calon ini kemudian di adakan pemungutan suara. Rupanya kelompok Fikri, mengajukan nama Fikri.
"Wah, deg-degan Bu, soalnya tadi kejar-kejaran sama teman Fikri. Untung Fikri menang. Fikri dapat 12 suara, teman Fikri dapat 8 suara, trus yang lain cuma dapat suara dikit-dikit", katanya dengan masih bersemangat.
Waduh, Fik, kok sampai segitunya, sampai deg-degan gitu. Tak mau melewatkan moment ini, saya buru-buru memberi penjelasan ke Fikri bahwa tidak apa-apa tidak menang dan tidak menjadi ketua kelas. Yang penting Fikri sudah mengikuti proses pemilihan dan baik sama teman-teman. Saya cuma tidak ingin Fikri kecewa berat, apabila suatu hari nanti, Fikri tidak menang dalam pemilihan, apapun itu.
Dan pagi, keesokan harinya, saat Fikri akan berangkat ke sekolah. Fikri berkata kepada saya, "Bu, Fikri kan sekarang ketua kelas, Fikri harus datang pagi-pagi ke sekolah, gak boleh terlambat, gak boleh keduluan sama teman, kan Fikri harus menertibkan teman-teman".
Saya, sambil tersenyum lebar, menjawab, "Iya, Fik, menjadi ketua kelas itu artinya bertanggung jawab". Dan berangkatlan si ketua kelas pagi itu ke sekolah dengan bersemangat. Good boy!
Bahkan sampai sekarang kalau pagi hari Fikri agak susah dibangunkan, saya tinggal bilang, ketua kelas harus datang pagi-pagi lho. Kadang-kadang memang kata-kata itu mempan digunakan, tapi sering juga sebaliknya, gak berpengaruh!
Mudah-mudahan ya, Fik, dengan menjadi ketua kelas, akan memberikan banyak pembelajaran untuk berlatih memegang tanggung jawab.
Si Ketua Kelas









